cinta yang terengah-engah August 4, 2010
Posted by nulissesukahati in Nikmatnya Iman.add a comment
Aku bilang aku hanya hambaMu yang hina, cinta yang telah lama sembunyi
Selimut yang terlalu lama menutup, tak mau juga beranjak dan menyingkap
Terlalu lama sudah, bahkan Dia sudah terlalu lama menunggu
Futur,
Wahai Engkau yang Maha membolak balikkan hati
Tak patut aku berdiam dan menunjuk
Kata itu bukan untuk diputar balik
Juga bukan untuk pembenaran,
Mungkinkah akal ini tak mampu berbenah, dan nurani juga tak mampu mengupasnya
Hingga terlihat buah nya yang ranum?
Yang dapat menghilangkan rasa dahaga, dan memberi segala kebutuhan asupan yang dibutuhkan?
Cross section,..
Lihat lebih dalam,..!
Mungkin pisaunya juga sudah terlalu tumpul,
mungkin kulitnya sudah terlalu kusam, hingga tak lagi menggiurkan untuk membangkitkan selera
Atau ada banyak lain yang lebih mengiurkan?
Padahal, ternyata banyak ulat didalamnya, meski tampak luarnya cantik?
Wahai mata hati, cepatlah kau
Waktuku sudah tak banyak,
Bahkan mungkin juga tak banyak lagi??
Yaa Romadhon, sambut aku dengan tangan yang kuat
Jangan biarkan aku terjatuh lagi….
Menjelang Romadhon, akhir sya’ban
Belum ada judul April 18, 2010
Posted by nulissesukahati in Uncategorized.add a comment
Seorang anak kecil berlari menemui bapaknya dengan tergesa-gesa. Umurnya baru 4 tahun, dengan sepasang sandal gapit kecil di kakinya Sandal itu terlihat sudah usang dan terlihat kotor sekali sepertinya sudah dipakainya bermain di lumpur sehingga terlihat noda-noda yang tak pernah dicuci oleh orang tuanya. Bajunya terlihat kekecilan dengan satu kancing diatasnya copot, dan untunglah masih ada didalam bajunya kaus oblongnya, pun terlihat kekecilan. Bapaknya masih saja terlihat sibuk dengan kedatangan anaknya itu. Sehingga tak dilihatnya anaknya itu berlari menghampirinya.
Kusebut Kau Koruptor April 17, 2010
Posted by nulissesukahati in Uncategorized.1 comment so far
Satu demi Satu
Berusaha Pahami
Nafsu, materi, duniawi berpadu
Aku hina Engkau hina mari hinakan diri
Manusia jua aku dan kau ini
Gebyar tawa, harta, tahta
Menari-nari menciutkan pikir dan hati
Aneka rupa, rasa dan aroma
Satu demi satu
Berjajar materi hinakan diri
Tebaskan aku dan kamu
Mencibir, meliuk-liuk penuh nyali
Terbahak-bahak kau rantaikan hati
Demi lembaran-lembaran kertasmu
Sikut sana sikut sini tak pedulikan harga diri
Berpaling aku berpaling kamu dari illahi Rabbi
Tak kau tundukkan kepalamu
Berjuta papa harta tak kebagian rezeki
Takut habis takut miskin siksa nadimu
Berulah polah hasrat nafsumu kuasai diri
Sadarkah kau tempatmu kembali
Tercium aroma gosong bara api
Deritamu kian lengkap sudah
Perutmu terburai laknat Illahi
Cinta itu… April 11, 2010
Posted by nulissesukahati in Ekspresi jiwa.add a comment
Aku ingin berujar pada deburan ombak
Tentang cericit jiwa dan gumpalan asa
Akan selaksa cinta yang ingin kuungkap
Ingin mendaki titian sukma
Pada gelombang cinta yang masih terarak-arak
Aku ingin bercerita…pada awan yang putih
Tentang keindahan cinta yang masih buta
Pada hamparan langit tak bertepi
Tentang gelora cintaku yang enggan beranjak dari noda
Hakikat cinta yang berkabut materi
Hamparan sajadahku masih terbata-bata
Belum dapat genapkan arti syukurku
Doa-doaku terbelenggu nafsuku
Belum dapat menyentuh KeMaha PengasihMu
Belenggu jiwaku membatasi dinding keagunganMu
Ya Rabb, bila waktu itu tiba
Kulit ini akan berbaur dengan tanahMu
Namun cintaku masih berkubang nafsuku
Seonggok raga ini akan melebur dengan bumiMu
Namun kesombongan ini masih jadi sebagian nafasku
Ruh ini akan bersaksi segala amal ibadahku
Namun dunia ini masih kujunjung diatas kepalaku
Selembar sajadah ini masih menunggu
Akan kesyahduan syukurku
Akan bentangan-bentangan keikhlasanku
Pada cinta yang masih terus menunggu
Pada cinta yang benar-benar menjadi milikMu…..
Surabaya,11-4-2010,11.00 pm
fib,…
Arti Syukur itu.. April 6, 2010
Posted by nulissesukahati in Nikmatnya Iman.add a comment
Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan.
Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah r.a. terhadap tingkah su…aminya, Rasulullah saw. Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?
Aisyah pun mengatakan, “Kenapa kau lakukan itu, ya Rasulullah? Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang dulu dan akan datang?” Dengan ringan Rasul menjawab, “Tak patutkah aku untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur!”
Kenikmatan beribadah. Itulah yang dirasakan Baginda Rasulullah saw. ketika sedang shalat. Sedemikian nikmatnya, hingga rasa sakit dari bengkak kakinya tak lagi terasa. Beliau seperti tak ingin menyudahi komunikasinya dengan Yang Maha Kasih, Yang Maha Sayang
Sirnalah kau wahai resahku April 5, 2010
Posted by nulissesukahati in Ekspresi jiwa.add a comment
Gundah datang Resah menjelma
Bagai kepingan kepangan mata hati
Tak pendar Tak pudar hujam cakrawala jiwa
Berkabut luka beradu sepi
Aku datang penuh cinta
Kau datang tak kuharap
Menjelma menyergap bayangan
Sesakkan nafasku tak bersisa
Kuhancurkan dengan apa
Elemenmu tak kusua
Namun merasuk dalam sukma
Ya Rabb
Jangan Kau hempas aku
Jiwaku Yang Mudah beradu
Tetap kuharap RahmatMu
Hati seluas samudra ikhlas
Dalam sujud panjangku…..
Cantiknya anakku ^^ April 1, 2010
Posted by nulissesukahati in Serba-serbi.add a comment
Dua tahun dua bulan, si kecil Bila sudah pandai menyanyi, mengoceh, meniru celoteh orang-orang disekelilingnya.. Terhibur semua oleh tingkah kecilnya yang riang, lucu, centil kadang juga menggemaskan, hingga tak tahan tantenya, omnya, serta eyang kungnya memeluk, mencubit dan mencium pipinya yang bagai bakpau.
Ketika melihat si kecil anakku khayalanku seakan terbang membayangkan apa yang akan terjadi nanti dengannya ya..Begitu Alloh telah sempurna menciptakan makhluknya yang menggemaskan berupa seorang manusia kecil itu. Seakan sebuah miniatur dari manusia dewasa yang imut, polos dan ekspresif. Begitu ekspresifnya dia seakan tidak mempedulikan orang-orang disekelilingnya yang khawatir dengan aksinya yang kadang membahayakan.
Nutrisi jiwa April 1, 2010
Posted by nulissesukahati in Nikmatnya Iman.add a comment
Nabi yang suci bersabda, “Baiklah wahai Mu’adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah dan fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara-saudaramu yang sama-sama memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah atau memfitnah… orang lain, haruslah ingat kepada pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau telah mengetahui bahwa dalam jiwamu pun penuh dengan aib-aib.
Janganlah engkau mensucikan jiwamu dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Jangan angkat derajat jiwamu dengan cara menekan orang lain. Janganlah tenggelam di dalam memasuki urusan dunia sehingga hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang, padahal di sebelahmu terdapat orang lain yang tidak diikutsertakan. Jangan merasa dirimu agung dan terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan-kebaikanmu di dunia dan akhirat.
Janganlah berbuat keji di dalam majelis pertemuanmu sehingga akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu. Janganlah engkau ungkit-ungkit kebaikanmu di hadapan orang lain. Janganlah engkau robek orang-orang dengan lidahmu yang akibatnya engkau pun akan dirobek-robek oleh anjing-anjing Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Demi yang merobek-robek dengan merobek yang sebenar-benarnya…” (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang……..
Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu’adz kembali bertanya dengan suaranya yang semakin lirih, “Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yang akan mampu melakukan itu semua….?? “‘Wahai Mu’adz…! Sebenarnya apa-apa yang telah aku paparkan tadi dengan segala penjelasannya serta cara-cara menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala…. Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu dan selamat dalam menempuhnya…..!!
Selamat malam dunia …. March 30, 2010
Posted by nulissesukahati in Ekspresi jiwa.add a comment
Good night everyone…malam hari, night, sebuah waktu yang begitu aku memujanya karena sangat indah. Suatu waktu dimana matahari bersembunyi dibalik bumi dan satu sisi bumi menjadi gelap dan hanya temaram oleh cahaya bulan.. Suatu waktu yang dianugerahi oleh Alloh kita dapat melihat isi angkasa, galaksi bima sakti yang kita tempati dihiasi oleh milyartan bintang-bintang membentuk rasi yang bermakna dan amat indah. Malam hari adalah saat yang dramatis, romantis, bermakna, karena saat itu memori kita akan lebih mudah untuk cair mengenang masa-masa membahagiakan, sedih atau bahkan masa-masa lalu apalagi apabila kita memandang hamparan langit diatas.
Malam hari adalah momen dimana semua manusia kembali dari berpencar si muka bumi untuk mencari rezeki, dan berbagai aktivitas lainnya. Malam itu semua keluarga yang tercerai berai kembali menyatu, binatang-binatang kembali ke kandangnya, dan aktivitas lebih banyak dilakukan didalam rumah. Yah, disinilah awal sebuah kebersamaan yang indah, istri kembali menjumpai suaminya yang sepanjang pagi dan siang pergi dari hadapannya, anak-anak kembali menemui orang tuanya selepas belajar, les, dll, serta saat romantisme begitu indah mengalir..
Kenapa malam begitu menakjubkan buatku, sejak kecil sangat aku menyukai ketika malam tiba, begitu dalam jiwaku memaknainya. Seperti menyusup indah dalam jiwaku ketika aku selalu memaknai seluruh aktivitasku seharian dan menghembus angin lembut malam hari yang mengalir ke dalam rongga-rongga tubuhku dan membangkitkan seluruh asaku, mengalirkan energi kesyahduan. so beatiful night…
Alloh menciptakan malam juga bukan hanya sekedar waktu untuk beristirahat, namun dipilihNya malam hari sebagai waktu untuk “bercinta” denganNya karena Dia Maha Tahu akan keistimewaan waktu malam. Ketika jiwa-jiwa telah terlelap dalam tidur, dan keheningan mulai memaknai, jiwa-jiwa yang takut dan mengharap cintaNya menghempaskan keengganan dalam bangun dari kenyamanan tidur.
Dear night, angin sepoi-sepoi, dingin yang menyentuh jiwa, berikan aku cinta yang dalam pada Rabbku semata. Buai anganku dalam sujud dan istighfarkku..Gapai hasratku untuk tetap mengawang di angkasa, berharap dapat berjumpa dengan sang Khalik, Sang Pelembut Bagi Jiwa-jiwa yang kasap dan kering…
